Wajah pemilik rumah [2]
Suatu ketika melewati rumah itu dan tiba-tiba dia memanggil ku, aku agak aneh dan tak sangka dia mengajakku untuk masuk rumahnya. Setelah sekian lama menunggu kata-kata itu akhirnya itu terjadi.
Sesampai di dalam rumahnya saya masih belum menemukan pemilik rumah itu. Mungkin dia diatas loteng pikir ku, lalu ku duduk menunggu untuk waktu yang cukup lama, tapi pemilik rumah itu belum menampakan diri.
Banyak macam pikiran yang terlintas dalam pikiran ku, apakah dia begini apakah dia begitu.
saya mencoba memanggil namanya, tak lama kemudian terdengar langkah jalan seseorang. Dengan hati berdebar-debar ku menanti pemilik rumah, sebelumnya hati ini tak pernah seperti ini, ada apa gerangan..
Akhirnya kita bertemu, dia begitu cantik, putih, berambut panjang, seperti dewi yang turun dari surya, walau belum pernah melihat dewi, ku percaya,mungkin dia adalah jelmaannya. Dengan malunya saya menyodorkan tangan untuk berkenalan dengan dia, dia tersenyum dan membalas salam ku. Padahal kita sudah sekian lama berkomunikasi,tp br kali ini kita bertemu.
Kemudian kita duduk di ruang tamu, kita ngobrol seperti biasanya, bedanya saya sudah tahu wajahnya dan berbicara secara bertatap muka. Hati ku senang bisa mengalami hari ini. Entah mengapa saya ingin tiap hari bertemu dengan dia. Suaranya yang bagus, tawanya yang dapat membuat hati sedih jadi senang. Ku rasa ku jatuh cinta dengan dia..
0 Comments:
Post a Comment
<< Home