Your IP :
S H O U T B O X


Name
URL
Msg
My Status
YM : status

My Links
* Home
* Guest Book
* Forum

My friends Sites
+ Agnes Septrina
+ Darwin Kesuma
+ Dufronte
+ San Marino
+ Halim Wijaya
+ Wete
Visitor Counter :(since feb 05)
My story at  


Welcome to Callrid's homepage

Tuesday, April 26, 2005

Wajah Pemilik Rumah

Suatu hari ku berjalan di suatu tempat, kuberjalan cukup jauh, akhirnya ku menemukan suatu rumah yang menarik hati ku, rumahnya sederhana tapi entah mengapa itu menarik perhatian. Kemudian sy melangkah masuk perkarangannya. Ku melihat bunga-bunga mawar yang indah dan tanaman yang lain..
Tiba-tiba terdengar suara yang menanyakan apa yang saya lakukan, aku pun menjawabnya, ku pun balas bertanya siapa dia. percakapan kami pun makin seru, walau tak pernah melihat dia secara langsung. Mulai saat itu aku sering mampir ke tempat itu, selain rumahnya yang indah, ternyata pemilik rumahnya enak di ajak ngobrol.. Berbulan-bulan saya sering mampir untuk becanda, bercerita bersama,saling curhat, sehingga kita tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing, walau ku tak pernah tahu bagaimana wajahnya. Sedangkan dia sudah tahu bagaimana rupa saya.. Kupikir alangkah indahnya bila kita ngobrol di dalam rumah dia dan juga karena keinginan ku untuk mengetahui, bagaimana sih rupa dari pemilik rumah sederhana ini, saya akan coba meminta ijin untuk masuk rumahnya,karena saat ini aku hanya berada di depan perkarangan rumahnya, dia tak pernah memintaku untuk masuk rumah dia, akhirnya ku beranikan diri untuk minta ijin masuk ke rumah dia,entah mengapa itu sulit terucapkan.
Namun, setelah ku berhasil mengatakannya dia tidak memberikan jawaban pasti,jawaban yang mengecewakan,sebelumnya ku optimis dia akan mengijinkanku namun ternyata aku salah. karena itu adalah rumah dia, saya tak berhak untuk memaksa dia. Besoknya ku datang lagi, ku pikir hari ini dia akan membukaan pintu untuk ku, dimulai dengan percakapan yang biasa terjadi, sampai akhirnya ku mau pulang dia belum juga meminta ku masuk, akhirnya ku memberanikan diri lagi untuk bertanya, tapi dia lagi-lagi tidak memberikan jawaban,katanya udah larut malam. Padahal saya hanya ingin masuk dan melihat wajahnya, aku binggung, apa yang sedang dia pertimbangkan? apakah dia memiliki wajah yang buruk sehingga tak pernah mengijinkan ku masuk? Apakah dia sedang menguji kesabaran ku?
Apakah dia tidak akan pernah membukakan pintu,karena aku hanya teman dia berbicara,bukan teman untuk bertemu? Entah lah..
Kalau begini lebih baik dia bilang dia tidak mau ketemu saya,daripada dia tidak menjawab apa-apa...
Aku hanya merasa seperti orang bodoh yang berbicara di perkarangan rumah tanpa tahu wajah dari lawan bicaraku..
Ku mulai sadar, dia tak mau bertemu aku, selama ini aku hanya menganggu dia
Esoknya karena takut aku malah memaksa dia untuk membukakan pintu, aku pun akan mencoba berjalan-jalan lagi, siapa tahu ada rumah yang pintunya sudah terbuka, ada rumah yang mengundangku untuk masuk, tapi aku akan selalu melewati rumah sederhana itu, hanya melewati saja,siapa tahu suatu hari dia melihat ku dan memangil ku untuk masuk...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home



Best view in 1024 x 768 pixel
Last updated
Page generated by : sec.